Pages

Kamis, 16 April 2015

Seperti Angin


Karena terkadang rasa ini seperti diterpa angin
Seketika ia muncul dan membuatku merasa mimpi ini 
begitu nyata
Namun seketika pula ia menghilang begitu saja tak berbekas, 
seakan tak pernah benar-benar ada.
Sejak hari itu aku merasa ingin menunggu hingga hati ini 
kembali dan membuat kita menjadi nyata.
Aku-Kamu-Dia dan Mereka.
Bukankah Tuhan menciptakan manusia dengan memori 
untuk menyimpan kenangan yg pernah terjadi?
Kuharap itu tak akan pernah lekang oleh waktu, 
sehingga kapanpun aku kembali nanti untuk ingin mengingatmu, 
kamu akan selalu ada di sana.
membuatku tersenyum sekali lagi,meski hanya jadi masa lalu.
Aku tau juga kembali ke masa lampau bisa membuatku sakit
masih jelas juga ingatanku tentang bagaimana rasa sakit itu 
menyiksa jiwa.
Lalu mengapa aku bersi keras untuk kembali ?
Taukah kamu?
Aku sadar semua cerita indah kita berawal dari rasa sakit itu.
Dari kebencian,putus asa,amarah,dendam dan gelap di hidupku 
saat itulah aku bisa melihatmu.
Membuat rasa ini semakin jelas
karena setiap kali aku mememejamkan mata dan saat 
aku terbangun, selalu ada kamu disana.
Mau menyangkalpun aku tak bisa, mengapa aku 
harus menyangkal kalau lebih mudah untuk mengakuinya?
Aku tau kita tidak akan selalu baik-baik saja, tapi bisakah
ijinkan aku disini bersamamu?
Aku mencintaimu, aku tidak tau bagaimana ataupun mengapa.
Itu terjadi begitu saja. 
#A

Biar Saja



 Mungkin kau bertanya-tanya dalam benakmu.
Mungkin kau juga tak akan bisa mengerti 
sekalipun kujelaskan dengan kata-kata
Mengapa aku memilih untuk tetap disini ?
Mengapa aku lebih memilih bertahan 
dan menikmati waktu disini
bersamamu walau hanya seperti dalam anganku saja?
Semua itu memang seperti tak masuk akal
Ketika aku harus mencintaimu 
sembari meneguk pahitnya kenyataan bahwa mungkin,
 kita tidak seharusnya bersama
Bukannya aku tak ingin, hanya tak bisa
Karena terkadang dunia mengingatkanku tentangmu 
yang seperti malaikat dalam gelap, 
bisa kulihat tapi tak akan pernah bisa kugapai.

Biarkan saja waktu berlalu
dan cinta ini juga tetap ada 
seperti musim semi yang tak bisa terelakkan 
Karena aku memang takkan ingin berpaling.
#A

Salah Apa


aku tidak mengerti apa yang salah.
tentang aku,kamu,kita.
Mengapa kita harus berakhir seperti ini..?
mungkinkah kesalahan saat kita bertemu, saat cinta mulai tumbuh dan bersemi dibulan juni waktu itu, saat hujan membasahi seluruh tubuhku dan kau membiarkan dirimu membeku melindungiku.
andai saja waktu itu aku berpaling dan menyudahi semuanya, mungkinkah semuanya akan tetap baik-baik saja?
ataukah kesalahan itu ada saat pertama kali tangan ini saling bertautan, pagi itu, saat hanya ada hening dan sepi jadi saksi bisunya. 
jika waktu itu aku menepismu, mungkinkah cinta tidak berjalan terlalu jauh dan kita akan baik-baik saja?
Apa kesalahan itu memang terjadi saat kata cinta itu terucapkan.. 
waktu itu, saat senja berakhir.. 
dan aku berjanji untuk menunggumu datang, menunggu cintamu yang harusnya bukan milikku-tidak pernah?
Mungkin aku terlambat menyadari semua, maafkan karena membiarkan semua ini terlalu jauh, maafkan untuk menahanmu dengan cinta ini.
Harusnya kusadari sejak dulu, harusnya kuhentikan semuanya.   
Harusnya aku berlalu, tak perlu menunggu, atau sekedar berharap tentang hari bahagia saat kita bersama, karena cinta ini hanya kesemuan belaka. 
Kau hanya mimpi dalam kenyataanku.
#A

Minggu, 22 Maret 2015

Cinta semanis Pare

   “Jadi,gue harus ikut gitu ke Pare besok? Tanyaku malas pada sosok lelaki betubuh tinggi besar  yang sedari tadi sibuk sendiri mengatur rambutnya.”Ya,harus dong,kamu kan udah janji bakal nemenin aku les di Pare.Lagipula cuman 2 minggu kok”.”Iya deh,iya,gue temenin.Tapi biaya makan dan keperluan yang lain kamu yang nanggung,ya”.”Iya,iya,dasar pelit” katanya tertawa sambil mengacak ngacak rambutku seperti yang biasa ia lakukan.Dan entah aku selalu merasa  nyaman saat ia melakukannya.
          Kami lahir di waktu yang hampir berbarengan,hanya ia lebih cepat beberapa jam saja.kami tumbuh dan hampir tak ada aktifitas yang kulewatkan tanpanya.”Kuingin kau menjadi milikk ku,entah bagaimana caranya.Lihatlah mata ku untuk meminta mu.Kuingin jalani bersama mu”.Ponsel ku bordering,sebuah lagu yang manis dari club 80’s membuyarkan lamunan ku.”Jelek,sudah tidur?” suaranya yang cempreng tapi selalu terdengar merdu ditelingaku memecah lamunan.”Belum,kenapa?””lagi apa loe,udah nyiapin keperluan yang mau dibawa besok?””lagi ngelamunin Rahwana ni,udah kok” jawabku asal.”Hahaha…,dasar aneh loe,punya idola kok rahwana,idola tuh kayak SMASH atau SUPER JUNIOR gitu kek,ini malah Rahwana,hahaha…” Tawanya mengejek.”Biarin loe,aja yang gak tahu betapa kerennya Rahwana” jawab ku pura-pura kesal.”Haha..dasar cewek aneh,terserah loe,deh,tidur sana,besok aku jemput pagi-pagi.Biar gak kena macet,awas bangkong” cerocosnya sudah seperti ustadz berceramah.”Iya,cerewet,ini mau tidur kok,cerewet lagi gue sumpal loh pake kaos kaki..hahaha…” Balasku sambil tertawa,”uuh,kaos kaki mu kan bau busuk banget,iya deh,selamat tidur,jelek.Aku tutup,ya,telfonnya” katanya sebelum memutuskan sambungan telfon.
         Seperti itulah,setiap malam selalu aku rasakan hangatnya perhatiannya,ya,walau singkat tapi sudah cukup bisa membuatku tidur nyenyak dan rasanya tak mau lagi bangun dari mimpi.Ia memang seperti itu,meski sangar dan terlihat garang di luar dengan sosoknya yang mungkin bagi orang-orang terlihat persis seperti Rahwana.Kekar,tinggi seperti raksasa,berkulit gelap namun dengan kumis dan brewok yang ditata rapi,manis sekali,oh,ya,tak lupa dengan rambut gondrongnya,hihi…
       “Titt..titt..” Bunyi klakson memecah kesunyian pagi,menggangu konsentrasi sarapan ku.Ia sudah datang.Sang Rahwana datang untuk menculik Sinta dari mamanya.”Pagi,ma” seperti biasa ia sudah begitu akrab dengan keluarga ku,sampe ia menggangap mama ku itu mamanya sendiri.”Eeh,Dric,ayo sarapan dulu,kan mau perjalanan jauh”.”Iya,ma,udah sarapan kok tadi di Rumah,emang sengaja berangkat pagi biar gak kena macet”.Jawabnya sok akrab.”Jelek,ayo buruan ntar kesiangan kena macet loh” katanya sambil mencubit hidungku.Ahh,masih pagi dan dia sudah membuat jantung ini berdebar debar tak karuan seperti maling yang takut kepergok sedang mencuri mangga milik pak rt.”Iya,berisik,bentar,apasih narik-narik hidung,gak bikin mancung,sakit,iya” jawab ku pura-pura kesal.”Ma,Nissa berangkat,ya”.”Iya,hati-hati jangan ngebut di jalan,ya,Dric” pesan mama.”Iya,ma,pasti kok tenang aja” katanya sambil mengacak ngacak rambut ku.”Kalian ini serasi sekali” kata mama membuat  ku tersipu malu.”Ahh,mama,apaan sih,masih pagi juga,udah yuk buruan” jawab ku sewot sambil tersipu malu.
          Perjalanan dari Malang menuju Pare kira-kira 2 jam.Kami sengaja mengambil rute gunung ,agar tak kena macet dan sekalian menikmati indahnya alam Indonesia yg belum banyak terjamah ini.Tapi,tetap saja,indah dan sejuknya alam ini tak mampu mengalihkan perhatianku dari sosok disampingku yang sedang berkonsentrasi penuh menyetir.”Kamu,kenapa sih ngeliatin aku begitu banget,ada yang salah sama mukaku,atau jangan-jangan kamu terpesona sama ketampanan ku?hahaha…” “Yee,GR,siapa juga yang liatin kamu,orang lagi liatin itu tuh oaring yang lagi main paralayang” jawab ku coba mengelak.Entah,perasaan ini semakin hari semakin tak dapat aku kontrol,semakin aneh,ia terus tumbuh,tumbuh dan tumbuh.Membuncah hingga akhirnya siap meledak dan menghancurkan apa saja yang ada disekitarku.

Rabu, 18 Maret 2015

"Terbiasa Tanpamu"


 

Hujan turun sangat deras,sederas tangisku yang pecah diantara ribuan rintik hujan yang jatuh ditengah pemakaman siang itu. Perih, sampai-sampai rasanya ingin mati saat itu juga. Aku meratapi tulisan yang mengukir nama diatas batu nisan dihadapanku. Arya Aditya, nama yang punya makna sangat dalam dihatiku. Ini Tragedi! Bagaimana mungkin kamu yang berbaring di sini? Gak mungkin! "Arya.." aku mencoba memanggil namanya sambil menangis sesenggukan. "Arya.." tak ada yang menjawabku hanya terdengar suara hujan yang turun semakin deras. Dingin yang seakan membekukan tubuhku tak cukup membuatku enggan berlama-lama disini. Lukaku terlalu nyata "Arya.. Ini bukan kamu kan? Tolong bilang sama aku, ini bukan kamu! Please datanglah kesini dan katakan kalau yang terbaring di dalam sana bukan kamu !"

Jumat, 06 Maret 2015

Padang biru

Aku bercerita kepada malam kala itu,disaat dingin begitu mencekam setelah hujan senja tadi.

Masih tersisa bulir-bulir beningnya,sendu,bagai putri yang cemas mananti pangeran berkuda putih.

Aku bercerita,mengadu padanya tentang kerinduanku pada seorang gadis,yang senyumnya teduh namun juga mampu melululantahkan hati.

Gadis yang begitu kurindukan,meski aku tahu ia tak pernah tahu aku ada.Gadis yang selalu sedih bercerita tentang kisah-kisah pilu hidupnya.

Tapi,kini ia tak pernah lagi datang.Tak pernah lagi berteriak memanggil namaku.Si lautan biru.

#E



Salam dan salam

Haiiiiiiii!!

Selamat datang di dunia kami

Selamat menikmati setiap keunikan isi didalamnya :D

Admin satu ada kakak Edric yang kece badai,admin dua ada kakak Gina yang super cute tapi agak galak hehehee dan admin tiga ada kakak Aan yang manis gula-gula heuheuheu... :D

Selamat datang dan selamat menikmati dunia kami :D
 

Template by BloggerCandy.com | Header Image by Freepik