Aku bercerita kepada malam kala itu,disaat dingin begitu mencekam setelah hujan senja tadi.
Masih tersisa bulir-bulir beningnya,sendu,bagai putri yang cemas mananti pangeran berkuda putih.
Aku bercerita,mengadu padanya tentang kerinduanku pada seorang gadis,yang senyumnya teduh namun juga mampu melululantahkan hati.
Gadis yang begitu kurindukan,meski aku tahu ia tak pernah tahu aku ada.Gadis yang selalu sedih bercerita tentang kisah-kisah pilu hidupnya.
Tapi,kini ia tak pernah lagi datang.Tak pernah lagi berteriak memanggil namaku.Si lautan biru.
#E
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar