Untuk melatiku yang putih, kecil dan wangi. Yang kutemukan diantara baris-baris sajak senjaku setahun lalu. Tetaplah tegar dan mewangi, meski belukar berduri mengejek engkau tak secantik mawar atau seanggun anggrek. Dengarlah, mawar dan anggrek tak bisa hidup diantara himpitan belukar berduri tapi kamu yang kecil dan lemah mampu bertahan tetap hidup, tetap tegar dan senantiasa mewangi. Lebih cantik. Lebih anggun saat senja yang jingga berpadu dengan kulitmu yang putih. Aku mencintaimu, sampai nanti akan tetap mencintaimu. Temani aku hingga senjaku berlalu malam. Tua dan layu bersama. #E
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Sweet :)
BalasHapusTerima Kasih sudah mampir ;)
BalasHapusHai Eric! :D
BalasHapusTulisanmu cukup bagus. Bisa dicoba, kalau seandainya dibuat jadi satu kesatuan dengan prosa yang lebih panjang, pasti akan semakin menarik. :D
Oh ya, aku owner dari CariPenulis.com (@CariPenulis_Com on Twitter)
Semangat menulis! :D