Pages

Selasa, 05 Mei 2015

Biar Aku Jadi Awan(Part 2)

Waktu bergulir begitu cepatnya. Terlalu cepat kurasa. Rasanya kemarin aku dan kamu masih seorang bayi yang begitu asyik bermain tanpa memikirkan masalah masalah dunia yang tak pernah ada habisnya. Hemm...setiap mengingatnya aku selalu tertawa. Tapi dunia terus berputar ya, kita tak bisa tetap hanya jadi bayi yang sibuk bermain. SD, SMP, sekarang kita sudah SMA. Kamu tumbuh jadi gadis tangguh, sahabat yang terbaik, pelindung yang selalu dapat aku andalkan. Melindungiku yang takut berhadapan dengan dunia. Aku yang lemah, yang memilih hidup mengasingkan diri dari pergaulan. Kamu yang tak pernah lelah mengajariku jadi kuat sepertimu. Berani, tegar menantang dunia. Aku mencintaimu sebagai sahabat. Kamu yang kupanggil kijang karna berbadan ramping tapi begitu lincah dan kamu yang selalu menyebutku kura-kura lambat dan selalu bersembunyi dalam tempurungku..hehee. Tapi, seiring waktu yang bergulir kenyataan pun mengucap sabdanya. Perasaanku tumbuh, aku pun hampir tak menyadarinya. Malam itu, ya, aku masih ingat. Terjadi begitu saja. Sakit yang tiba-tiba saat kamu memperkenalkan dia. "Hee..kura-kura, sini kenalin, Edric pacar gue" katamu. Aku terperanjat, entah datangnya darimana amarahku yang tiba-tiba itu. "Nama gue Nessa!!, bukan kura-kura" kataku dengan nada tinggi. Kamu terperanjat. Selama ini aku belum pernah membentakmu. Bersambung...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Template by BloggerCandy.com | Header Image by Freepik